![]() |
| Foto: Vincent Ledor Tiflos |
Lewokluok – Kabar gembira datang bagi para perajin tenun ikat di Desa Lewokluok. Kelompok Tenun Ikat setempat menerima bantuan usaha sebesar Rp125 juta yang diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha tenun tradisional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
Bantuan tersebut disalurkan melalui aspirasi anggota DPR RI, Ahmad Yohan, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan yang selama ini menjadi pelaku utama dalam industri tenun ikat.
Acara penyerahan bantuan berlangsung di Desa Lewokluok dan dihadiri oleh anggota kelompok tenun, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta sejumlah undangan lainnya. Para penerima bantuan menyambut penyaluran dana tersebut dengan penuh syukur karena dinilai dapat membantu mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam menjalankan usaha tenun.
Ketua kelompok tenun menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas produksi, pengadaan bahan baku, pengembangan peralatan pendukung, serta peningkatan kualitas hasil tenun agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, tenun ikat bukan hanya sumber penghasilan keluarga, tetapi juga warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, dukungan dari pemerintah dan para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar usaha tenun dapat terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yohan menegaskan bahwa sektor usaha kecil dan menengah, termasuk kelompok tenun ikat, memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat desa. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan secara produktif sehingga mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok dan membuka peluang usaha yang lebih besar di masa mendatang.
“Tenun ikat merupakan salah satu identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Melalui bantuan ini, diharapkan para perajin dapat meningkatkan produksi, menjaga kualitas tenun, dan memperluas pemasaran produk hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Selain memberikan dampak ekonomi, keberadaan kelompok tenun ikat juga dinilai berkontribusi dalam melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Motif dan teknik tenun khas daerah menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Masyarakat Desa Lewokluok berharap bantuan usaha senilai Rp125 juta tersebut dapat menjadi stimulus bagi perkembangan industri tenun ikat lokal. Dengan dukungan yang berkelanjutan, para perajin optimistis mampu meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan pemasaran, serta menjadikan tenun ikat sebagai salah satu penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

